Harapan, ialah sebuah kata dimana orang menginginkannya, kata dimana seseorang mampu bertahan hidup sedikit lebih lama, kata yang membuat hidup kita mampu lebih berarti. kata dimana kita sedang dalam ketidakberdayaan namum seketika bisa bangkit darinya. Dari sanalah mucul sebuah nama yaitu harapan.
Di tahun 2015, ia datang menghampiriku melalui bulannya. Bulan yang tak tau kenapa ia titipkan padaku begitu saja. Pada malam itu aku sangat terkejut, dimana bulang sedang asyiknya menyinari dunia ini, seketika ia renggut dari dunia untuk diberikan kepadaku. tiba-tiba hatiku gemetar akan hadirnya bulan itu seraya bertanya. apakah ini bulan yang sesungguhnya yang ia berikan, disaat hati ini sedang dilanda mendung, gelap gulita tanpa siapapun yang mengisinya, seketika ia datang utuk menyinari.
Semenjak kejadian itu, hidupku terasa lebih terang. aku merasa seperti ada sesuatu yang baru dalam hidup ini. ya... dialah seseorang yang dikirimkan oleh sang pencipta kepada diriku. Di saat hatiku termenung karna kepergiannya, ia datang pada waktu yang tepat. ia datang untuk mengobati rasa sakit ini. dialah Mira Hayati. perempuan yang menitipkan bulannya tepat di dalam hati ini. perempuan yang mengubah hidupku dengan ketulusan hatinya. aku tau mungkin dialah orang yang sempat kupikirkan ketika mengejar perempuan lain. dia yang memendam rasanya untukku demi kebahagiaanku. dari sanalah aku berjanji untuk tidak menyia-nyiakan rasa itu.
Seiring berjalannya waktu akhirnya kita mengetahui perasaan kita masing- masing. kita saling bertukar pikiran, bercanda dengan gaya kita masing-masing, bahkan kita sempat berkomunikasi dengan bahasa kita masing-masing. memang ia dilahirkan di tanah dimana ketika tuhan menciptakannya sedang tesenyum yaitu Bumi Parahyangan, namum itu tak menghalangi perasaaan kita berdua untuk bersatu walau aku dilahirkan dari tanah yang masih punya hierarkinya dengan melayu yaitu Betawi. dengan segala perbedaan kita menjalani hubungan ini. karena kebersamaan itu tidak selamanya harus sama.
Tiga bulan kita menjalani hubungan, kita mendapatkan ujian bahwa kita harus menjalani hubungan ini di tempat yang berbeda. ya... sebelum aku bersamanya, aku mempunyai mimpi untuk sekolah di luar negri, dan alhamdulillah Allah mengabuli mimpiku di tahun 2015. aku mendapatkan beasiswa untuk belajar selama enam bulan di negri kinanah, negri dimana para nabi dilahirkan, negri dimana masjid-masjid dibangun untuk memperluas peradaban islam, siapa lagi kalu bukan Mesir. aku tau ini merupakan cobaan yang berat bagiku dan mungkin sangat berat baginya. aku sebelumnya memang menjalani hubungan jarak jauh atau yang biasa anak muda bila LDR (long distance relationship). aku menjalaninya saat aku masih duduk dibangku SMK. namum apa daya, hubungan itu tak berlangsung lama, aku hanya mampu merpertahankanya hingga satu tahun. semenjak itu aku tak mau lagi menjalankan hubungan jarak jauh. dan kini aku akan mengalaminya untuk kedua kali. bersambung...
Tiga bulan kita menjalani hubungan, kita mendapatkan ujian bahwa kita harus menjalani hubungan ini di tempat yang berbeda. ya... sebelum aku bersamanya, aku mempunyai mimpi untuk sekolah di luar negri, dan alhamdulillah Allah mengabuli mimpiku di tahun 2015. aku mendapatkan beasiswa untuk belajar selama enam bulan di negri kinanah, negri dimana para nabi dilahirkan, negri dimana masjid-masjid dibangun untuk memperluas peradaban islam, siapa lagi kalu bukan Mesir. aku tau ini merupakan cobaan yang berat bagiku dan mungkin sangat berat baginya. aku sebelumnya memang menjalani hubungan jarak jauh atau yang biasa anak muda bila LDR (long distance relationship). aku menjalaninya saat aku masih duduk dibangku SMK. namum apa daya, hubungan itu tak berlangsung lama, aku hanya mampu merpertahankanya hingga satu tahun. semenjak itu aku tak mau lagi menjalankan hubungan jarak jauh. dan kini aku akan mengalaminya untuk kedua kali. bersambung...